Seputar Peradilan

Sholat Gerhana Matahari di Mushsola Al-Makamah

gerhanamushola 0

Purwakarta (26/12/2019)

Kondisi darurat Mushola Al-Mahkamah yang dalam tahap penyelesaian pembangunan (finishing) tidak menyurutkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan honorer untuk melaksanakan sholat gerhana matahari secara berjamaah. Pelaksanaan sholat gerhana matahari kali ini memang betul-betul istimewa, sekaligus sebagai momentum untuk membangun kembali kebersamaan dalam melaksanakan sholat fardhu secara berjamaah. Setelah adzan dikumandangkan oleh sdr. Tubagus Sugiyanto, diikuti sholat sunnah qoliyah zhuhur, dan sholat zhuhur yang diimami Hakim Deni Heriansyah, S.Ag. serta tak ketinggalan sholat ba’diyah zhuhur dilakukan, agenda sholat gerhana matahari diawali sambutan Ketua Pengadilan Agama Purwakarta Drs. H. Yayan Atmaja, S.H., M.H. yang menyampaikan rasa syukur kepada Allah, sholawat kepada Rasul dan terima kasih kepada seluruh ASN dan honorer atas pelaksanaan sholat gerhana matahari. Ini adalah pelaksanaan sholat perdana di mushola al-mahkamah ini, lanjutnya. Hari ini kita dapat merasakan sholat pertama di mushola yang kita bangun bersama, mudah-mudahan tidak terlalu lama mushola ini akan selesai pengerjaannya.

gerhanamushola 1

Pelaksanaan sholat gerhana matahari yang diikuti seluruh ASN dan honorer serta para pekerja bangunan diimami juga oleh Hakim Deni Heriansyah, S.Ag., sekaligus sebagai khatib, dan bertindak sebagai bilal adalah sdr. Tubagus Sugiyanto. Dalam paparannya, khatib (Deni Heriansyah, S.Ag.) menyampaikan sejarah awal pelaksanaan sholat gerhana yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW. yang sejak semula oleh sebagian orang dikaitkan dengan kematian atau hidupnya seseorang. Lalu Nabi SAW menyampaikan “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah bukti kebesaran Allah. Keduanya tidak gerhana dikarenakan mati atau hidupnya seseorang. Karena itu, jika kalian melihat gerhana, maka segeralah berdoa kepada Allah, bertakbir, sholat, dan bersedekah”.

gerhanamushola 2

Rasulullah menegaskan bahwa gerhana tidak ada kaitannya dengan peristiwa meninggalnya sang putra beliau Ibrahim dari Marya Qibtiyyah. Gerhana semata terjadi lantaran kuasa Allah SWT. Sehingga kemudian saat terjadi gerhana baik matahari mau pun bulan, umat Islam dianjurkan mengerjakan sholat sunah kusuf/khusuf atau sholat gerhana. Khatib juga telah mengaitkan peristiwa gerhana berdasarkan pendekatan ilmu astronomi. Mengakhiri khutbahnya, khatib mengajak jamaah untuk berdoa, memohon kepada Allah SWT. untuk kebaikan bersama dan semoga Allah menerima segala amal kebaikan kita dan mengampuni dosa-dosa kita, aamiiin. (yyn)