Seputar Peradilan

Bandung (1/10/2019)

Bertempat di Aula Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Jawa Barat, rapat koordinasi dilaksanakan. Hadir di acara rapat tersebut, 4 pilar pimpinan tingkat banding dan para Ketua Pengadilan Agama di wilayah PTA Jawa Barat. Rapat diawali sambutan Ketua PTA Jawa Barat yang memaparkan maksud dan tujuan rapat koordinasi serta agenda rapat yang akan digelar pada tanggal 31 Oktober 2019 sampai dengan 1 November 2019 di Pangandaran, yang nantinya harus dihadiri Ketua beserta istri, Panitera dan Sekretaris. Banyak hal yang disampaikan Ketua PTA Jawa Barat, di antaranya prestasi Pengadilan Agama se-Jawa Barat yang cukup membanggakan karena seluruhnya telah memasuki “zona hijau” penilaian SIPP. Satu-satunya PTA yang menjadi saingan PTA Jawa Barat dalam hal penilaian SIPP Pengadilan tingkat pertama di wilayah hukum masing-masing adalah PTA Surabaya, Jawa Timur, jelasnya. Sementara itu, Panitera PTA Jawa Barat dalam paparannya meminta kepada para Ketua Pengadilan Agama se-Jawa Barat agar melakukan monitoring sinkronisasi setiap hari, minimal di sore hari. Lakukan pengawasan terhadap kinerja Panitera menyangkut retensi arsip dan eksekusi, tegasnya.

rakorweb

Pengadilan Agama Sumedang adalah yang paling bagus dokumen eksekusinya, demikian puji Panitera PTA Jawa Barat. Lebih lanjut, menurutnya mulai besok ada dua orang pegawai PTA Jawa Barat yang akan melihat langsung hasil retensi arsip di setiap Pengadilan Agama wilayah Jawa Barat. Melanjutkan paparan Panitera PTA Jawa Barat, Muzayyin menegaskan setiap akhir bulan laporan supaya dipastikan oleh Penitera sudah dibaca/diverifikasi, baru kemudian diklik. Indicator warna merah menunjukkan belum diverifikasi, sedangkan warna hijau sudah diverifikasi. Oleh karena itu, pastikan data yang masuk di SIPP adalah data yang benar, pastikan SIPP lokal sudah terisi dan pastikan semua pihak melakukan pengisian itu, tegasnya. Di bagian akhir, Sekretaris PTA Jawa Barat menyampaikan indek profesionalitas ASN tidak diukur hanya pada SKP, tetapi ada unsur lain menyangkut pendidikan yang ditempuh, diklat yang diikuti yang prosentase penilaiannya lebih tinggi. Dan karena Balai Diklat MARI terbatas kapasitasnya, maka ke depan akan dilakukan diklat oleh PTA.

rakorweb 

Selanjutnya, terkait perencanaan/penyusunan program, Sekretaris menekankan bahwa ketua atau pimpinan harus dilibatkan, karena perencanaan itu domain pimpinan. Juga perhatikan serapan Dipa 04 karena out putnya terkait dengan core busssines pengadilan, yaitu perkara, berbeda dengan Dipa 01 misalnya, demikian Sekretaris PTA Jawa Barat mengakhiri. (yy)