RSS Berita Mahkamah Agung RI

Mahkamah Agung Republik Indonesia
  1. Humas-Jakarta : Mahkamah Agung Republik Indonesia dan PT. Taspen (Persero) mengadakan pertemuan dalam rangka silaturrahim dengan para keluarga korban penumpang Lion Air JT-610 yang berasal dari keluarga besar Mahkamah Agung, pada hari Senin, 6/11/18.

    Kegiatan yang bertempat di ruangan Level Lobby Hotel Borobudur Jakarta Pusat tersebut dihadiri oleh Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung RI Prof. Dr. H.M. Hatta Ali, S.H., M.H, Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Yudisial Dr. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H, Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non Yudisial Dr. H. Sunarto, S.H., M.H serta para Ketua Kamar Mahkamah RI. Selain itu dari pihak PT. Taspen (Persero) dihadiri langsung oleh Direktur Utama PT. Taspen (Persero) beserta jajaran direksi serta perwakilan dari pihak PT. Jasa Raharja (Persero).

    Suasana haru menyelimuti seisi ruangan acara silaturrahim sesaat rombongan Ketua Mahkamah Agung RI mendatangi dan manyalami satu persatu keluarga korban yang telah dulu menanti. Kami ikut berduka cita yang sangat mendalam atas musibah yang menimpa keluarga Mahkamah Agung, Bapak dan Ibu yang sabar dan tabah ya, semoga keluarga yang menjadi korban husnulkhotimah, ujar Hatta Ali kepada semua korban.

    Pimpinan MA tidak mampu menutupi kesedihannya ketika melihat salah seorang anak balita yang merupakan anak kandung dari Ikhsan Riyadi-Hakim PN Koba Bangka Belitung yang menjadi salah satu penumpang Lion Air JT-610. Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. H.M. Hatta Ali, S.H., M.H langsung menggendong dan merangkul anak tersebut dan suasana pun semakin haru ketika sang anak tidak mau lepas dari gendongan ketua mahkamah Agung, sehingga sebagian yang melihat tidak luput menetaskan air mata.

    Bahkan terlihat ketika ibu dari gadis mungil tersebut berusaha mengambil dari gendongan Ketua MA, ia pun membalikkan badannya dan merangkul erat Ketua Mahkamah Agung hinga akhirnya ketua Mahkamah Agung tetap menggendong dalam dekapannya, Mungkin dia sangka ayahnya pak, celetuk salah seorang keluarga korban menahan haru.

    Selanjutnya Ketua Mahkamah Agung menanyakan satu persatu sembari bercengkrama dengan para anak dan orang tua serta isteri para korban. Tak pelak keluarga korban pun menyampaikan harapan dan ucapan terimakasihnya atas perhatian Mahkamah Agung terhadap keluarga korban, terimakasih pak atas perhatian bapak dan Mahkamah Agung kepada kami, mohon doanya ya pak semoga kami kuat sekeluarga, ujar seorang ibu seraya menahan air mata.

    Tali Asih Dari MA Dan Jaminan Hari Tua (Taspen) untuk Keluarga Korban

    Seperti yang diberitakan sebelumnya Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial DR. H. Sunarto, S.H., M.H dalam sambutannya menyampaikan duka yang mendalam atas musibah Lion Air JT-610 dimana terdapat 4 orang Keluarga Mahkamah Agung yang menjadi korban. Sunarto menyatakan bahwa para hakim yang menjadi korban adalah putra putri terbaik Mahkamah Agung dan kita semua kehilangan dan harus melanjutkan perjuangannya. 4 orang korban hakim yang menjadi penumpang adalah putra putri terbaik yang dimiliki Mahkamah Agung, MA merasa sangat kehilangan dan bersedih atas kejadian ini, kita tidak tahu kapan, dimana dan dengan cara apa kita akan kembali kepada sang pencipta Ujar Sunarto menahan haru.

    Sunarto mengajak para hadirin dan keluarga korban untuk senantiasa memanjatkan doa terhadap para korban agar diberikan tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa Tugas kita yang masih hidup adalah senantiasa memanjatkan doa kepada Allah agar semua penumpang diberikan tempat terbaik di sisiNya dan tentunya kepada keluarga korban diberikan kekuatan iman dan kesabaran, ujarnya.

    Pada kesempatan yang sama Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. M. Hatta Ali, SH., MH, menyerahkan Tali Asih kepada para keluarga hakim yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610. Sumbangan ini merupakan bukti empati dan keprihatinan mendalam dari seluruh warga Mahkamah Agung di seluruh Indonesia. Sumbangan yang diserahkan merupakan spontanitas warga Mahkamah Agung di seluruh Indonesia yang merasa sangat kehilangan kepada keluarga Hakim yang menjadi korban.

    Selanjutnya Direktur Utama PT. Taspen (Persero) Iqbal Latanro dalam sambutannya menegaskan bahwa Taspen turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga hakim yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air. PT.Taspen lanjut Iqbal akan memberikan hak-hak kepada keluarga korban antara lain Jaminan Kecelakaan, Jaminan Kematian dan Beasiswa kepada keluarga korban. Hal ini menurut Iqbal sesuai dengan komitmen Taspen dalam memberikan layanan proaktif kepada para Pegawai Negeri Sipil.

    Kami memberikan kepada keluarga korban jaminan kematian sebesar 136 juta perorang, jaminan hari tua serta Beasiswa kepada seluruh anak-anak dari korban Lion Air yang masih membutuhkan biaya sekolah, mudah-mudahan bisa mencover sampai perguruan tinggi, ujar iqbal ujar Iqbal

    Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, Dr. H. Sunarto, S,H,. M.H menyampaikan apresiasinya atas pelayanan yang diberikan oleh Taspen terhadap ASN khususnya para korban yang berasal dari Mahkamah Agung. pelayanan yang diberikan oleh PT. Taspen, sangat responsif dan semoga kerja sama antara Mahkamah Agung dan PT Taspen semakin meningkat ke depannya, ujarnya

    Sementara itu PT. Jasa Raharja dalam sambutannya berjanji akan memberikan hak-hak kepada keluarga korban kecelakaan, namun pihak PT. Jasa Rahardja berujar bahwa pihaknya akan menunggu pengumuman secara resmi yang dikeluarkan oleh pihak pemerintah terkait status korban yang saat ini masih dalam proses pencarian dan identifikasi. Kami ikut berduka cita atas musibah Lion Air, kepada keluarga korban akan kami berikan hak-haknya sesuai yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, namun penyerahan hak tersebut akan kami laksanakan usai mendapat pengumuman resmi dari pemerintah terhadap status korban yang saat ini masih diperpanjang oleh Basarnas dalam upaya pencariannya, ujarnya.

    Sebagaimana diketahui bersama 4 orang hakim yang menjadi penumpang dan korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 pada hari Senin, 29/10 di Perairan Karawang adalah;

    1. Rijal Mahdi (Hakim Tinggi PTA Babel)

    2. Hasnawati (Hakim Tinggi PT Babel)

    3. Yuningtias Upiek Kartikawati (Hakim Tinggi PT Babel)

    4. Ikhasan Riyadi (Hakim PN Koba Babel)

    (Abdurrahman rahim/ foto: Azizah)

    Unduh poto kma1.jpeg

    Unduh poto kma 3.jpg

  2. Singapura"Humas: Hari ketiga (Kamis, 15/11/2018) kunjungan studi banding Mahkamah Agung ke Singapura diisi dengan kunjungan ke Pengadilan Keluarga Singapura. Sistem Pengelolaan Perkara Elektronik (Electronic Case Management System) dan iFAMS (Integrated Family Application Management System) menjadi fokus utama yang disuguhkan oleh pengadilan keluarga di Kota Singa (The Lion City) tersebut.

    Dua hakim distrik (district judges) masing-masing Miranda Yeo dan Colin Tan memaparkan dua tema penting tersebut kepada tim dari Mahkamah Agung Republik Indonesia.

    Family Justice Courts of Singapore (FJC) sebagaimana disebutkan dalam laporan tahunan tahun 2017 yang bertajuk Strengthening The Fundamentals merupakan nama kolektif dari lembaga-lembaga pengadilan yang terdiri dari Pengadilan Remaja (Youth Court), Pengadilan Keluarga (Family Court), dan Pengadilan Tinggi Divisi Keluarga (Family Divison of the High Court).

    Youth Court berwenang memeriksa kasus-kasus yang berkaitan dengan anak-anak dan remaja. Pengadilan ini sebelumnya bernama Juvenile Court di bawah Civil Division State Court of Singapore.

    Berbeda dengan Youth Court, Family Court memeriksa semua perkara keluarga kecuali kasus di bawah Undang-Undang Remaja, yang diperiksa oleh Pengadilan Remaja. Pengadilan ini juga sebelumnya berada dibawah civil division State Court of Singapore.

    Adapun Divisi Keluarga pada High Court terutama memeriksa pengajuan banding terhadap putusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Keluarga dan Pengadilan Remaja.

    Sistem Manajemen Aplikasi Keluarga Terintegrasi

    Keseluruhan aplikasi yang dikembangkan oleh Family Justice Court (FJC) Singapura dikelola secara terintegrasi dalam sebuah sistem manajemen aplikasi yang disebut dengan Sistem Manajemen Aplikasi Keluarga Terintegrasi (The Integrated Family Application Management System).

    Sistem Manajemen Aplikasi Keluarga Terintegrasi atau yang disingkat iFAMS adalah sistem komprehensif yang terutama berkaitan dengan aplikasi-aplikasi untuk kasus-kasus perlindungan dan pemeliharaan keluarga yang diajukan ke Pengadilan Keluarga.

    Dengan sistem ini, perkara dikelola dengan tidak menggunakan kertas cetakan (paperless) dan dikembangkan sebagai basis untuk aplikasi-aplikasi yang terkait keluarga yang dapat dikembangkan ke depan untuk memasukkan aplikasi-aplikasi yang terkait dengan perkara keluarga lainnya.

    Sistem manajemen aplikasi ini mencakup pendaftaran perkara secara elektronik, penelusuran, alur kerja, pemeriksaan perkara, surat elektronik, putusan pengadilan dan laporan statistik.

    Beberapa gambaran dari iFAMS, sebagaimana diuraikan oleh Miranda dan Colin adalah sebagai berikut. Pertama, sistem ini memungkinkan pengguna untuk mempersiapkan permohonan untuk perlindungan dan pemeliharaan (anak) secara elektronik.

    Kedua, memungkinkan muliti-pengguna melihat perkara yang didaftarkan pada saat bersamaan.

    Ketiga, pemberitahuan, pemanggilan dan putusan dihasilkan secara otomatis sehingga dapat mengirit waktu memproses perkara, mengurangi biaya dan meminimalisir faktor kesalahan manusia (human errors).

    Keempat, memungkinkan pengguna mengajukan permohonan perubahan tanggal sidang, memberikan informasi kepada pengguna melalui SMS, dan lain-lain.

    Kelima, memmungkinkan pengguna untuk mengecek status perkara, menyerahkan laporan, bukti-bukti dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan perkara serta memungkinkan pengguna untuk meminta salinan dokumen-dokumen perkara sebelum dan setelah perkara selesai.

    Keenam, memungkinkan pengguna untuk melakukan pembayaran biaya perkara yang telah ditentukan secara online tanpa tunai.

    Selain itu, tim studi banding Mahkamah Agung juga disajikan contoh-contoh dokumen serta keseluruhan fitur yang tersedia dalam iFAMS.

    Bahan Pengembangan E-Court di Indonesia

    Setelah menyimak pemaparan kedua hakim district tersebut, Sekretaris Mahkamah Agung, A. S. Pudjoharsoyo, S. H., M. Hum mengungkapkan harapannya agar dengan kegiatan ini dapat diperoleh pembelajaran (lesson learned) bagi pengembangan aplikasi e-court di Indonesia.

    Kita berharap apa yang kita lihat disini dapat dijadikan bahan yang berharga untuk mengembangkan aplikasi e-court di Indonesia, ujar Pudjoharsoyo optimis.

    Selaku penanggung jawab pengembangan aplikasi e-court, Pujdoharsoyo berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah strategis guna percepatan implementasi aplikasi e-court di badan peradilan Indonesia. (Humas/Mohammad Noor/RS)

  3. Jakarta-Humas : Mahkamah Agung Republik Indonesia kembali menyelenggarakan diskusi pembahasan draft himpunan yurisprudensi Mahkamah Agung RI tahun 2018 yang dihadiri oleh pimpinan Mahkamah Agung pada hari Kamis, 15/11/18 di Ruangan Rapat Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat.

    Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial MA RI ini merupakan rentetan dari kegiatan sebelumnya yang telah dilaksanakan MA dan didukung oleh Judicial Sector Support Program (JSSP)-LeIP dalam rangka penguatan sistem satu kamar yang telah diberlakukan di Mahkamah Agung RI.

    Yurisprudensi yang sedang kita susun selain dalam rangka penguatan sistem satu kamar, juga dapat membantu para hakim dalam menyelesaikan suatu perkara yang sedang ditanganinya dan meminimalisir adanya disparitas putusan hakim satu dengan yang lainnya yang memiliki kesamaan, ujar Ketua MARI Bidang Yudisial Dr. H.M. Syarifuddin, S.H., M.H di sela-sela pembukaan kegiatan diskusi.

    Selain itu, Wakil Ketua MA Bidang Yudisial mengusulkan agar ke depan yurisprudensi Mahkamah Agung dapat disusun dengan dukungan teknologi informasi sehingga memudahkan para hakim dan masyarakat dalam mencari yurisprudensi Selain berbentuk buku, kita harus buatkan kodifikasi yurisprudensi MA yang bisa diakses oleh semua orang dengan dukungan IT, dan dibuatkan kata kuncinya untuk memudahkan pencarian yurisprudensi tersebut oleh siapapun, lanjutnya.

    Sementara itu Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Yurisprudensi Prof. Dr. Takdir Rahmadi, S.H., LL.M dalam paparannya menyampaikan kepada peserta diskusi bahwa diskusi hari ini akan membedah draft yurisprudensi yang telah diusulkan oleh masing-masing kamar sehingga masih memungkinkan kita ubah dan sepakati bersama.

    Kami sudah membuat draft awal usulan yurisprudensi sesuai hasil rapat sebelumnya, namun dengan kehadirian yang mulia ketua kamar MA semuanya, maka draft ini akan kita mintakan masukan dan pengesahannya, kita hanya membantu menyusuan draft saja ujarnya

    Setelah draft yurisprudensi disusun oleh tim pokja, selanjutnya lanjut Takdir Rahmadi, draft tersebut akan dikembalikan kepada masing-masing Ketua Kamar yang berwenang untuk disahkan dan selanjutnya dipublikasikan.

    Setelah disahkan barulah nanti kita publikasikan secara resmi dan akan menjadi panduan bagi para hakim di Indonesia, ujarnya.

    Perlu diketahui kegiatan yang direncanakan berlangsung satu hari ini dihadiri oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Yudisial, Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non Yudisial, Seluruh Ketua Kamar Mahkamah Agung RI, para hakim agung, panitera, hakim yustisial kamar kepaniteraan dan Biro Hukum dan Humas MA. (Abdurrahman Rahim/RS)