RSS Berita Mahkamah Agung RI

Mahkamah Agung Republik Indonesia
  1. Jakarta " Humas MA: Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. M. Hatta Ali, SH., MH, akan memasuki masa purna bakti pada 1 Mei 2020. Untuk menghindari kekosongan Pucuk Pimpinan, Mahkamah Agung Republik Indonesia menyelenggarakan Sidang Paripurna Khusus Pemilihan Ketua Mahkamah Agung periode 2020-2025 pada Senin, 6 April 2020 di ruang Kusumah Atmadja. Proses pemilihan ini menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

    Pemilihan yang dilakukan sejak pukul 10.00. WIB tersebut dilakukan dalam dua putaran. Putaran pertama menempatkan Dr. H.M. Syarifuddin, SH., MH., sebagai peraih suara terbanyak yaitu 22 suara, disusul oleh Dr. H. Andi Samsan Nganro, SH., MH, dengan 14 suara. Namun karena belum memenuhi kuorum, maka Ketua Mahkmah Agung memutuskan dilakukan pemilihan putaran kedua.

    Dalam putaran kedua, seluruh hakim agung melaksanakan pemilihan yang dilaksanakan secara terbuka, bebas dan rahasia. Pada putaran kedua ini, para Hakim Agung hanya memilih satu di antara dua nama calon yang mendapatkan suara terbanyak pada putaran pertama, yaitu Hakim Agung M. Syarifuddin dan Hakim Agung Andi Samsan Nganro.

    Hasil sidang Putaran Kedua memutuskan Dr. H. M. Syarifuddin, SH., MH., resmi terpilih menjadi Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia periode 2020-2025. Hakim Agung M. Syarifuddin meraih 32 suara unggul 18 suara dari pesaingnya Hakim Agung Andi Samsan Nganro yang meraih 14 suara.

    Sebagai Ketua Mahkamah Agung terpilih, Dr. H. M. Syarifuddin, SH., MH, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya. Syarifudin berharap bisa bersatu padu, bekerja sama dalam membangun badan peradilan yang agung selama masa kepemimpinanya. Terima kasih kepada rekan-rekan yang telah memberikan kepercayaan melanjutkan estafet kepemimpinan ini, kata Syarifuddin.

    Lebih lanjut Syarifuddin juga menyampaikan kepada semua agar bisa bekerja sama dan memulainya dengan bismillah, agar seberat apapun pekerjaan yang ada bisa menjadi ladang ibadah bagi kita semua, jelas Syarifuddin.

    Pada kesempatan tersebut, Syarifuddin mengapresiaisi Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. M. Hatta Ali, SH., MH yang dikenal sebagai Bapak Pembaharauan Mahkmah Agung yang telah melahirkan beragam kemajuan yang berdampak kebaikan bagi lembaga peradilan di Indoenisia. Kita akan melanjutkan semua ini agar badan peradilan yang agung bisa kita capai secepatnya, harap Syarifuddin

    Sementara itu, dalam sambutannya Prof. Dr. M. Hatta Ali, SH., MH menyampaikan selamat kepada Dr. H. Muhammad Syarifuddin, SH., MH., yang telah terpilih menjadi Ketua Mahkama Agung Periode 2020-2025. Hatta Ali mengatakan bahwa kepercayaan ini merupakan amanah dan tanggung jawab yang besar yang harus dilaksanakan dengan sepenuh hati dan penuh kerja keras.

    Pada kesempatan itu pula, mantan Kepala Badan Pengawasan Mahkamah Agung itu berpesan kepada para Calon Ketua Mahkamah Agung lainnya yang telah mengikuti kompetisi ini dengan fair, agar tidak berkecil hati karena segala sesuatunya pasti ada hikmah yang tersembunyi.

    Pada kesempatan tersebut Hatta Ali menyampaikan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada para Hakim Agung yang telah menyempatkan hadir dan menggunakan hak pilihnya pada hari ini. Suara para Hakim Agung adalah masa depan bagi lembaga peradilan Indonesia khususnya dalam 5 tahun ke depan.

    Hasil pemilihan selanjutnya akan diproses oleh Panitia Pemilihan untuk diteruskan kepada Presiden Republik Indonesia yang akan menetapkan secara definitif Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia.

    Di akhir sambutan penutupannya, Hatta Ali mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam mendukung Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia yang baru.

    Setelah acara pemilihan selesai, para Pimpinan Mahkamah Agung, para Hakim Agung, dan Panitia Pemilihan memberikan ucapan selamat kepada Syarifuddin dengan cara salam Corona, yaitu dengan meletakan tangan di dada.

    Selamat Dr. Syarifudin atas terpilihnya sebagai Ketua Mahkamah Agung periode 2020-2025. Selamat bertugas, semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan rahmat dan hidayahnya. (azh/RS)

  2. Jakarta " Humas MA: Mahkamah Agung Republik Indonesia menyelenggarakan Sidang Paripurna Khusus Pemilihan Ketua Mahkamah Agung periode 2020-2025 pada Senin, 6 April 2020 di ruang Kusumah Atmadja.

    Pemilihan yang mematuhi Protokol Pencegahan Covid-19 ini diikuti oleh seluruh hakim agung yang saat ini berjumlah 47 orang.

    Dari daftar hadir yang dikumpulkan oleh Panitia Pemilihan, terlihat bahwa jumlah Hakim Agung yang hadir adalah 47 orang. Hal itu menandakan bahwa tidak ada satu Hakim Agung pun absent dalam pemilihan hari ini. Dan berdasarkan UU No 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung RI sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No 5 Tahun 2004, dan terakhir UU RI No 3 Tahun 2009 yang menetapkan bahwa Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Agung dipilih dari dan oleh Hakim Agung, seluruh Hakim Agung memiliki hak untuk memilih dan dipilih.

    Namun, ketika proses pemilihan akan dimulai, Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. M. Hatta Ali menyampaikan bahwa terhitung tanggal 1 Mei 2020 memasuki usia pensiun, maka Hatta Ali tidak menggunakan hak pilihnya. Meskipun begitu Hatta Ali menegaskan tetap mendukung proses pemilihan dan mendukung siapapun yang akan terpilih nantinya. Dengan kondisi ini, maka jumlah pemilih adalah 46 orang.

    Dari hasil perhitungan suara, terdapat enam nama hakim agung yang mendapatkan suara.

    Dr. H.M. Syarifuddin, SH., MH mendapatkan 22 suara Dr. H. Andi Samsan Nganro, SH., MH mendapatkan 14 suara Dr. H. Sunarto, SH., MH, mendapatkan 5 suara Dr. Amran Suadi, mendapatkan 1 suara Prof. Dr. Supandi, SH., M.Hum, mendapatkan 1 suara Dr. H. Suhadi, SH., MH mendapatkan 1 suara

    Selain itu terdapat dua surat suara tidak sah, sehingga jumlah keseluruhan adalah 46 suara. Ketua Mahkamah Agung menyampaikan bahwa jumlah yang ada belum memenuhi kuorum, sehingga Hatta Ali memutuskan dilakukan pemilihan putaran kedua, dengan dua calon yang mendapat suara terbanyak yaitu Hakim Agung M. Syarifuddin dan Hakim Agung Andi Samsan Nganro. (azh/RS)

  3. Jakarta " Humas MA: Pada 1 Mei 2020 mendatang, Prof. Dr. M. Hatta Ali, SH., MH, akan memasuki masa purnabakti sebagai Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia. Maka agar tidak ada kekosongan pucuk pimpinan, pagi ini, Senin 6 April 2020, Mahkamah Agung menyelenggarakan Sidang Paripurna khusus pemiilihan ketua Mahkamah Agung periode 2020 " 2025. Hal ini dilaksanakan mengacu pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 24A ayat (4). Sidang yang berlangsung di ruang Kusumah Atmadja lantai 14 ini, dibuka langsung oleh Ketua Mahkamah Agung dan diikuti oleh semua hakim agung.

    Proses pemilihan Ketua Mahkamah Agung tersebut menyesuaikan dengan protokol pencegahan Covid-19. Sebelum memasuki ruangan, suhu tubuh para Hakim Agung dan Panitia Pelaksana diperiksa di depan pintu masuk. Mereka juga diwajibkan menggunakan masker dan sarung tangan, serta dibekali handsanitizer. Para Hakim Agung yang hadir pun duduk berjauhan, kursi mereka masing-masing berjarak satu meter.

    Dalam sambutan pembukaanya, Hatta Ali mengatakan bahwa untuk mengedepankan aspek keamaan, kesehatan, serta berdasarkan imbauan Pemerintah Republik Indonesia tentang Protokol Pencegahan Covid-19, maka pemilihan hari ini tidak menghadirkan pengunjung dan hanya dihadiri oleh pemilik hak suara dan panitia pemilihan.

    Kondisi ini, tambah Hatta Ali, tidak mengurangi makna keterbukaan proses pemilihan, karena warga peradilan di seluruh Indonesia, masyarakat umum, dan para jurnalis baik dari media cetak maupun elektronik bisa menyaksiakan proses pemilihan ini melalui live streaming di kanal youtube https://www.youtube.com/c/MahkamahAgungRepublikIndonesia/live

    Hatta Ali juga menyampaikan bahwa pemilihan yang sudah direncanakan jauh hari sebelum ada wabah covid-19 itu, semata-mata untuk kepentingan Mahkamah Agung sebagai Lembaga Yudikatif, agar tidak ada kekosongan pucuk pimpinan.

    Di akhir sambutan Pembukaannya, Hatta Ali berharap proses pemilihan ini bisa berjalan baik dan lancar, Saya berharap semua hakim bisa memberikan pilihan tanpa intervensi apapun kecuali intervensi hati nurani. Saya juga berharap pemilihan ini bisa memberikan pimpinan tertinggi Mahkamah Agung yang bisa menjaga harkat dan martabat Mahkamah Agung, harap mantan Juru Bicara Mahkmah Agung tersebut. (azh/RS)