RSS Liputan6.Com

  1. Liputan6.com, Surabaya - Direktorat Kepolisian Perairan (Dipolair) Polda Jawa Timur menggagalkan transaksi jual beli benih lobster atau benur, di wilayah pantai Jolo Sutro Blitar dan Tulungagung pada 18 Januari lalu.

    "Dari penangkapan ini petugas kepolisian berhasil mengamankan ribuan benur dari tangan pelaku," ujarnya, Jumat (22/1/2021).

    Gatot mengungkapkan, berbekal pengembangan informasi dari masyarakat, pihaknya menangkap dua pelaku laki-laki berinisial CAN (24) dan IMA (38).

    "Pelaku mengaku mendapatkan benur tersebut dari nelayan di kawasan Tulungagung. Selanjutnya pelaku mengemas benur berbagai jenis tersebut kedalam kantong plastik dan diberi oksigen, untuk dijual kembali," ucap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Jumat (22/1/2021).

    Dari keterangan pelaku, lanjut Gatot, benur tersebut akan dijual dengan harga bervariasi, untuk satu ekur benur jenis mutiara dibandrol Rp 30 ribu rupiah, sedangkan untuk jenis pasir satu ekor dibadrol Rp 9 ribu rupiah.

    "Dari hasil penangkapan ini, kita berhasil mengamankan 3.149 ekor benih lobster, dengan rincian jenis mutiara sebanyak 1.936 ekor, dan jenis pasir sebanyak 1.213 ekor," ujarnya.

     

    Ancaman Denda Rp 1,5 Miliar

    Akibat ulahnya, pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sesuai dengan peraturan, pengelolaan perikanan negara.

    Barang siapa yang melakukan usaha perikanan memiliki ijin atau tidak memenuhi perijinan berusaha, sebagaimana dimaksud dalam pasal 92 UU RI Nomor : 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Jo Undang –Undang Nomor : 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor : 31 tahun 2004 tentang Perikanan. Jo UU RI Nomor : 31 tahun 2004 tentang Perikanan.

    Ancaman hukuman yang di sangkakan paling lama delapan tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar.

    Saksikan video pilihan di bawah ini:

  2. Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membekukan izin rute penerbangan beberapa maskapai(Badan Usaha Angkutan Udara) yang telah melanggar penerapan tarif batas bawah (TBB) sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto menegaskan pihaknya akan menindak tegas terhadap operator penerbangan yang menjual tiketkurang dari TBB atau melebihi tarif batas atas (TBA).

    "Kami akan tindak tegas bagi operator penerbangan yang melanggar aturan yang telah ditetapkan, semua operator penerbangan wajib mematuhi aturan penerbangan terkait TBB dan TBA, karena peraturan ini merupakan pedoman bagi operator penerbangan dalam menjual tiket," jelas Novie dalam keterangan tertulis, Jumat (22/1/2021).

    Dari hasil pengawasan oleh inspektur penerbangan angkutan udara di lapangan, menurut Novie terdapat beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh sejumlah operator penerbangan seperti menjual harga tiket yang tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

    Dia mengungkapkan, sanksi pembekuan izin rute penerbangan tersebut diberikan terhadap beberapa maskapai yang melayani rute Jakarta-Ujung Pandang, Jakarta-Pontianak, dan Jakarta-Kualanamu.

    "Sesuai dengan PM 78 Tahun 2017 maka maskapai tersebut diberikan sanksi administratif berupa Pembekuan Izin Rute Penerbangan yang berlaku selama 7 (tujuh) hari," jelas Novie.

    Persaingan Tidak Sehat

    Novie menambahkan, Keputusan Menteri 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Niaga Berjadwal Dalam negeri merupakan pedoman untuk menentukan tarif tiket bagi operator penerbangan yang bertujuan untuk menghindari persaingan tidak sehat antaroperator penerbangan dan juga memperhatikan perlindungan konsumen.

    Saksikan video pilihan di bawah ini:

  3. Liputan6.com, Jakarta - Tahun lalu, Suzuki melaporkan mulai memproduksi Jimny generasi keempat di India untuk diekspor.

    Kemudian, awal tahun ini, kembali diumumkan jika jenama berlambang huruf 'S' ini mulai melakukan ekspor mobil ikonik yang diproduksi di Negeri Bollywood tersebut.

    Melansir Paultan, gelombang pertama ekspor Suzuki Jimny asal India ini berjumlah 184 unit, menuju Kolombia dan Peru.

    Dijelaskan kenichi Ayukawa, Managing Director dan CEO Maruti Suzuki, pabrik Gurugram merupakan lokasi kedua Jimny diproduksi.

    Model yang dibuat, memiliki spesifikasi yang sama dengan buatan pabrik Suzuki di Kosai, Jepang.

    Perusahaan juga berencana untuk memperluas ekspor ke pasar Amerika Latin lainnya, serta Timur Tengah dan Afrika di masa mendatang.

    Suzuki Jimny Lima Pintu

    Selain itu, Suzuki juga menawarkan Jimny Siera yang lebih besar dan lebih mahal di Jepang.

    Suzuki Jimny buatan India kemudian mengacu model ini, dimensi yang lebih panjang sebesar 95 mm.

    Untuk saat ini, Jimny hanya dibuat dengan konfigurasi tiga pintu. Tapi, versi lima pintu akan diluncurkan di India akhir tahun ini.

    Infografis Waspada Mutasi Virus Corona D614G dan Q677H

    Infografis Waspada Mutasi Virus Corona D614G dan Q677H. (Liputan6.com/Abdillah)
    Infografis Waspada Mutasi Virus Corona D614G dan Q677H. (Liputan6.com/Abdillah)

    Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: