RSS Liputan6.Com

  1. Liputan6.com, Jakarta - Bachtiar Alamsyah (23), warga Kota Tangerang menjadi salah satu korban tewas akibat kerusuhan yang terjadi di Jakarta pada Rabu 22 Mei 2019 dini hari.

    Rumah duka orangtua Bachtiar yang beralamat di Poris Gaga Baru, RT04/02, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang terlihat berselimut duka. Keluarga masih menunggu jasad Bachtiar diantar dari Rumah Sakit Pelni, Jakarta.

    Pantauan di lokasi, kediaman korban dipenuhi oleh kerabat yang hendak melayat dan menyampaikan bela sungkawa. Sejumlah kursi telah disiapkan keluarga untuk para tamu yang datang.

    Keluarga korban mengaku menerima kabar duka tersebut dari teman Bachtiar yang juga ikut dalam aksi 22 Mei, Yoga Alaskan. Yoga juga terluka di bagian tangan kanannya dalam kerusuhan tersebut.

    "Awalnya tahu dari teman korban yang berangkat juga, katanya Bachtiar meninggal karena kena tembakan," ujar Nursin, salah satu kerabat korban.

    Nursin mengatakan, Bachtiar berangkat ke Gedung Bawaslu, Jakarta untuk mengikuti aksi usai pulang kerja di Bandara Soekarno-Hatta. Dia baru tiba di Jakarta pukul 22.30 WIB di wilayah Petamburan, Jakarta Barat.

    "Almarhum karena kemauan sendiri pergi untuk ikut aksi, boncengan dengan temannya yang juga jadi korban luka," tuturnya.

    Saksikan video pilihan di bawah ini:

  2. Liputan6.com, Jakarta - Hijab segi empat selalu diminati para hijabers, meski banyak jenis-jenis hijab. Hijab segi empat memang praktis dan mudah digunakan.

    Selain untuk menutupi dada, hijab segi empat juga bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Berikut tutorial hijab segi empat menutup dada dari Hijup.

    Bentangkan hijab sejajar dada

    Lipat menjadi segi tiga

    Kenakan di kepala dengan sisi kanan lebih panjang dari sisi kiri

    Sisi hijab kiri yang lebih pendek sampirkan ke bahu kanan

    Rekatkan dengan menggunakan jarum pentul

    Sisi hijab kanan yang lebih panjang disampirkan ke bahu kiri

    Rekatkan dengan jarum pentul.

    Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

  3. Liputan6.com, Jakarta - Sikh menyebut topi yang dijual oleh Gucci sebagai mimikri yang tak sopan. Topi yang dibuat oleh rumah mode Italia dikritik karena tak menghormati kepekaan komunitas Sikh.

    Gucci telah dikritik karena menjual topi baja yang menyerupai sorban ketika serangan balasan tumbuh di media sosial di mana pengguna menuduh rumah mode Italia tidak peka terhadap agama Sikh, seperti dilansir Guardian, Rabu, 22 Mei 2019.

    Turban tersebut, bernama Indy Full Turban, menjadi perhatian para kritikus ketika muncul di situs e-commerce pengecer Amerika Nordstrom yang dijual seharga £ 790.

    Koalisi Sikh untuk menge-tweet bahwa sorban itu "bukan hanya aksesori fashion, tetapi itu juga agama yang sakral dari iman”. Turban tersebut pertama kali diperlihatkan pada Februari 2018.

    Permintaan Maaf

    Gucci dikritik netizen di Twitter karena gunakan turban Sikh pada model berkulit putih (Twitter/@AvanJogia)

    Nordstrom telah meminta maaf di Twitter, mendorong Koalisi Sikh untuk mendorong Gucci untuk melakukan hal yang sama.  Marco Bizzarri, kepala eksekutif Gucci, mengatakan kesalahan itu disebabkan" karena ketidaktahuan budaya, tetapi ketidaktahuan bukan alasan".

    Gucci bukan satu-satunya merek fesyen yang menjual turban, Nordstrom juga bukan satu-satunya pengecer. Rumah mode mewah termasuk Missoni, Anna Sui, Valentino dan Julia Clancy memiliki headpieces yang diidentifikasi sebagai turban yang saat ini dijual oleh pengecer online.

    Juru bicara Sikh Council UK, alasan versi Gucci telah menyebabkan kemarahan khusus adalah karena kemiripannya yang dekat dengan sorban sehari-hari yang dikenakan oleh kaum Sikh.

    “Yang membedakan kasus ini adalah serban ini seperti mimikri. Komersialisasi serban oleh Gucci ini sangat ofensif dan terasa merendahkan karena turban mewakili kehormatan kami".

    Saksikan Video Pilihan di Bawah ini: