RSS Liputan6.Com

  1. Liputan6.com, Jakarta - Seungri Bigbang tengah harap-harap cemas. Ia pun telah ditetapkan polisi sebagai tersangka berbagai kasus. Setelah cukup lama diam, Seungri Bigbang pun akhirnya blak-blakan berbicara tentang kasus yang tengah membelitnya.

    Mulai dari kasus Burning Sun, tuduhan menyediakan prostitusi, video seks Jung Joon Young, keterikatannya dengan polisi, dan lainnya dalam wawancara terbaru dengan Chosun Ilbo pada Jumat (22/3) yang dimuat pada Sabtu (23/3/2019).

    "Sejujurnya, aku tidak berpikir aku berada dalam posisi muncul dengan sikap yang kuat atau mengatakan bahwa aku menderita karena mendapat perlakuan tak adil. Aku telah bertindak dengan cara yang tidak sesuai sebagai publik figur dan terikat dengan bisnis yang salah," ujar Seungri Bigbang seperti dilansir dari Soompi.

    "Aku merasa apa yang dilaporkan saat ini terlalu jauh dari kebenaran. Aku ingin berbicara tentang kebenaran yang kuketahui dan membantu situasi ini," tambahnya.

    Seungri Bigbang menyebutkan bisnis yang salah yang dimaksud olehnya adalah terkait dengan Burning Sun. Ia merasa, hal ini berkaitan dengan apa yang dikatakannya ketika ia hadir dalam acara I Live Alone dan beberapa program lain.

    Penjelasan

    (Foto: soompi.com)

    "Aku mengatakan bahwa aku menjalankan semua bisnis dan aku merupakan kaki di tanah mereka. Klub dan hotel (investor Le Meridien), keduanya ingin menarik pengunjung muda serta orang asing sehingga nama dan gambarku digunakan untuk promosi yang mungkin malah membuat kesalahpahaman." ungkapnya.

    "Aku menikmatinya sebagai DJ, jadi aku tidak berpikir bahwa itu adalah ide buruk dan karena itu adalah klub yang dijalankan di sebuah hotel, aku tidak berpikir hal buruk akan terjadi," ia menambahkan.

    Seungri juga menjelaskan rincian kepemilikan Burning Sun. Sebanyak 42 persen saham dimiliki oleh Hotel Le Meridien Seoul, 8 persen saham Lee Sung Hyun yang merupakan CEO Le Meridien Seoul, 20 persen Yuri Holdings, 20 persen Madam Lin (investor Taiwan), dan 10 persen Lee Moon Ho (CEO Burning Sun). (JawaPos.com)

  2. Liputan6.com, Jakarta Ribuan ikan mati di kali Ancol. Kondisi kali yang biasanya bening juga berubah menjadi hitam pekat. Diduga kali tercemar limbah.

  3. Liputan6.com, Jakarta Pusat pengaturan sistem kelistrikan mobil yang disebut dengan electronic control unit (ECU) biasanya berada di dua lokasi, yakni kabin dan ruang mesin.

    Sebagai salah satu komponen penting pada mobil, mungkinkah ECU mengalami kerusakan secara tiba-tiba meski kondisi sebelumnya normal?

    Dijelaskan Didi Ahadi, Dealer Technical Support Department Head PT Toyota Astra Motor (TAM), kemungkinan terjadinya kerusakan pada ECU dapat terjadi secara tiba-tiba, meski jarang terjadi.

    "Kalau dikatakan bisa ya bisa saja, namun jarang terjadi. Biasanya disebabkan ada sesuatu yang masuk ke ECU. Karena komponen di dalamnya bisa terjadi korsleting sehingga kerusakan bisa timbul," kata Didi kepada Liputan6.com, Minggu (24/3/2019).

    Didi mengatakan, salah satu contoh kemungkinannya masuknya cairan ke dalam ECU yakni saat pemasangan kaca film.

    Selanjutnya

    "Ada model yang ECU-nya terletak di bawah dashboard. Pada saat pemasangan kaca film depan kalau tidak dialasi dengan kain atau handuk cairan yang digunakan untuk memasang kaca film bisa turun ke ECU dan menyebabkan korsleting," ujar Didi.

    Untuk ECU yang terletak di ruang mesin, Didi menghimbau pemilik kendaraan untuk tidak mencuci ruang mesin dengan air bertekanan tinggi.

    "Dan ada ECU yang diletakan di ruang mesin. Sebaiknya jangan disiram air, karena ada yang mencuci ruang mesin itu menggunakan air bertekanan tinggi sehingga air bisa masuk ke ECU," tuturnya.